pattonfanatic.com

Merger Adalah: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contohnya

Merger adalah penggabungan dua perusahaan atau lebih dan kemudian membentuk badan hukum atau entitas baru di bawah bendera satu nama perusahaan.
Lihat Foto

JAKARTA, Merger adalah salah satu strategi bisnis yang banyak dilakukan oleh sejumlah perusahaan. Lantas, apa itu merger

Secara singkat, merger adalah penggabungan dua perusahaan atau lebih menjadi satu. Dalam konteks bisnis dan ekonomi, proses terjadinya merger adalah ketika satu perusahaan menggabungkan diri dengan perusahaan lain dan menjadi satu entitas bisnis tunggal.

Dikutip dari Investopedia, merger adalah penggabungan dua perusahaan yang selanjutnya membentuk badan hukum baru di bawah bendera satu nama perusahaan.

Baca juga: AFMGM, Sri Mulyani: Memperkuat Bauran Kebijakan Makroekonomi ASEAN

Merger adalah cara bagi perusahaan untuk memperluas jangkauannya, memperluas ke segmen baru, atau memperoleh pangsa pasar.

Merger perusahaan dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti tujuan strategis, pertumbuhan bisnis, efisiensi operasional, atau konsolidasi dalam industri tertentu.

Tujuan merger

Tujuan utama dari merger adalah untuk menciptakan entitas yang lebih besar, lebih kuat, atau lebih efisien dengan potensi untuk mencapai keuntungan yang lebih besar daripada jika perusahaan-perusahaan tersebut tetap beroperasi secara terpisah.

Baca juga: PLN: Kendaraan Listrik Bikin Hemat Biaya hampir 80 Persen, Kurangi 50 Persen Emisi

Secara umum, tujuan dari merger adalah sebagai berikut:

1. Pertumbuhan bisnis

Merger adalah salah satu cara efektif untuk memperluas bisnis. Dengan menggabungkan dua perusahaan atau lebih, entitas hasil merger dapat memiliki pangsa pasar yang lebih besar, mengakses pasar baru, dan mendapatkan pelanggan tambahan.

2. Efisiensi operasional

Selanjutnya, tujuan utama merger adalah mencapai efisiensi operasional yang lebih baik. Dengan menggabungkan sumber daya, teknologi, dan proses bisnis, perusahaan yang baru terbentuk dapat mengurangi biaya produksi dan meningkatkan produktivitas.

3. Diversifikasi portofolio 

Selain itu, merger juga bertujuan untuk membantu perusahaan mengurangi risiko dengan diversifikasi portofolio mereka. Dengan bergabung dengan perusahaan yang beroperasi dalam industri atau pasar yang berbeda, perusahaan dapat mengurangi ketergantungannya pada satu segmen bisnis.

Baca juga: Ini Gaji PNS untuk Lulusan SMA/SMK Bila Diterima CPNS Tahun Depan

4. Akses ke sumber daya baru

Melalui merger, perusahaan dapat mendapatkan akses ke sumber daya baru, termasuk teknologi, sumber daya manusia berbakat, hak paten, atau properti intelektual yang mungkin tidak mereka miliki sebelumnya.

5. Konsolidasi persaingan

Dalam beberapa kasus, merger dapat digunakan untuk mengkonsolidasikan persaingan dalam industri tertentu. Dengan menggabungkan dua pesaing utama, perusahaan yang baru terbentuk dapat menjadi kekuatan dominan dalam industri tersebut.

6. Peningkatan keuntungan

Merger dapat menghasilkan skala ekonomi yang lebih besar, yang pada gilirannya dapat meningkatkan keuntungan perusahaan. Dengan mengurangi biaya operasional per unit, perusahaan dapat mencapai margin laba yang lebih besar.

Baca juga: Cashless, Simak Cara Bayar Tiket LRT Jabodebek

7. Akses ke modal

Dalam beberapa kasus, merger dapat membantu perusahaan mendapatkan akses ke modal tambahan. Ini dapat berguna untuk mendanai ekspansi, penelitian dan pengembangan, atau investasi dalam proyek besar.

8. Perbaikan manajemen

Merger dapat membawa perubahan dalam manajemen perusahaan. Pemimpin baru atau tim manajemen yang lebih kuat mungkin dapat membantu mengubah perusahaan yang kurang efisien menjadi lebih efisien.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat