pattonfanatic.com

IHSG dan Rupiah Melemah di Awal Sesi

Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Lihat Foto

JAKARTA, - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (10/11/2023). Demikian juga dengan mata uang garuda yang melemah pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 9.11 WIB, IHSG berada pada level 6.831,43 atau turun 0,1 persen (6,8 poin) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.838,23.

Sebanyak 161 saham melaju di zona hijau dan 224 saham di zona merah. Sedangkan 226 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 839,85 miliar dengan volume 1,86 miliar saham.

Pasar saham Asia pagi ini berada di teritori negatif. Shanghai Komposit pada posisi 3.035,22 atau turun 0,59 persen (18 poin), Nikkei melemah 0,76 persen (247,6 poin) pada level 32.398,8, Strait Times terkoreksi 0,81 persen (25,3 poin) pada level Rp 3.110,01, dan Hang Seng Hong Kong turun 1,55 persen (271 poin) pada posisi 17.240,19.

Baca juga: Bagaimana Proyeksi IHSG Hari Ini? Simak Analisis dan Rekomendasi Sahamnya

Rupiah

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini melemah. Melansir data Bloomberg, pukul 09.11 WIB rupiah berada pada level Rp 15.690 per dollar AS, atau turun 35 poin (0,22 persen) dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 15.655 per dollar AS.

Pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiah terjadi merespon pernyataan Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell dinihari tadi dalam panel diskusi IMF yang mengatakan bahwa Bank Sentral tidak yakin kalau suku bunga acuan sudah cukup tinggi untuk menurunkan inflasi ke target 2 persen.

“Rupiah kemungkinan masih bisa melemah terhadap dollar AS hari ini,” kata Ariston kepada .

Baca juga: IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.838, Rupiah Masih Lesu


Pernyataan Powell ini menurunkan probabilitas suku bunga acuan the Fed ditahan di rapat Desember, menurut hasil survei CME FedWatch Tool, dari 93 persen kemarin menjadi 85,4% pagi ini.

Akibat pernyataan Powell tersebut, sentimen hindar risiko meningkat. Indeks saham AS ditutup negatif dan sebagian indeks saham Asia bergerak melemah pagi ini. Hari ini rupiah berpotensi melemah ke arah Rp 15.700, dengan potensi support di kisaran Rp 15.600 per dollar AS.

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat