pattonfanatic.com

Raih Keuntungan Berlipat Saat Ramadhan, Ini 6 Jurus Jitu Dongkrak Penjualan di Lazada

Aplikasi Lazada memiliki sejumlah program dan fitur yang mampu membantu penjual meningkatkan penjualan.
Lihat Foto

– Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Berdasarkan data The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) 2023, jumlahnya mencapai 86,7 persen dari total penduduk nasional atau setara 240,62 juta jiwa. Kondisi ini menjadi ceruk pasar menggiurkan bagi penjual di e-commerce.

Menjelang Ramadhan, brand dan penjual lokal harus gesit menyusun strategi pemasaran untuk menjawab kebutuhan konsumen yang meningkat. Tidak hanya menyediakan produk yang sedang tren, tapi juga memberikan layanan terbaik.

Hal itu ditekankan mentor LazStar Trainer dan pemimpin komunitas penjual Lazada Rika Yeo dalam Lazada Ramadan Seller Festival 2024 yang digelar pada Rabu (13/3/2024).

Sebagai informasi, acara tersebut digelar untuk memberikan wawasan baru bagi brand dan penjual lokal dalam mempersiapkan strategi bisnis dan pemasaran saat Ramadhan.

Rika yang juga merupakan alumnus Alibaba Netpreneur mengungkapkan bahwa selalu ada peningkatan omzet selama Ramadhan, rata-rata mencapai puluhan persen. Tradisi berbagi di bulan suci ini mendorong peningkatan konsumsi masyarakat, khususnya di kategori makanan dan minuman (43 persen), fesyen dan aksesori (27 persen), serta kecantikan dan perawatan diri (20 persen).

"Pemilik brand dan penjual di platform online dapat mempelajari performa toko dan menggunakan data penjualan real-time untuk strategi bisnis. Gunakan momentum Ramadhan untuk meningkatkan traffic toko dan perkembangan bisnis hingga setelah Lebaran,” jelas Rika dalam siaran pers yang diterima , Senin (18/3/2024).

Lebih lanjut, Rika membeberkan enam jurus jitu meningkatkan performa penjualan di Lazada.

1. Evaluasi performa produk

Untuk memahami performa toko di Lazada, penting untuk mempelajari omzet dan produk yang dijual. Gunakan dasbor Seller Center di platform Lazada untuk mengakses fitur Bisnis Analis. Fitur ini dapat membantu penjual dalam menentukan target penjualan berdasarkan tingkat omzet saat ini.

Selain itu, Bisnis Analis juga memberikan rekomendasi produk yang cocok untuk dipromosikan di toko. Rekomendasi ini dihasilkan dari prediksi analitis berbasis AI sehingga penjual dapat memilih produk yang berpotensi meningkatkan penjualan.

Dengan mempelajari dan memanfaatkan informasi dari Bisnis Analis, penjual juga dapat membuat strategi penjualan yang lebih efektif dan meningkatkan omzet toko di Lazada.

2. Manfaatkan promo dan diskon khusus Ramadhan

Manfaatkan promo dan diskon spesial Ramadhan untuk menarik minat pembeli dan mendorong mereka menyelesaikan pembelian produk.

Berikan pula penawaran menarik khusus Ramadhan, seperti hamper dan bundling produk. Tak kalah penting, sertakan promo gratis ongkir dan voucer toko yang tersedia di Lazada.

Promosi dan diskon merupakan daya tarik kuat bagi pembeli. Penawaran eksklusif Ramadhan, seperti hamper dan bundling produk, akan semakin meningkatkan minat mereka. Sementara, gratis ongkir dan voucer toko menjadi nilai tambah yang menjual.

3. Perhatikan kebutuhan pembeli dan tren produk selama Ramadhan

Ramadhan merupakan momen istimewa untuk menjalin silaturahmi dan berbagi kebahagiaan dengan orang-orang terkasih. Hal ini membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan dengan memperhatikan kebutuhan pembeli dan tren produk saat bulan suci.

Setidaknya, terdapat tiga kategori produk yang mengalami peningkatan permintaan selama Ramadhan.

Pertama, produk yang berkaitan dengan "kebersamaan", seperti takjil dan kurma. Kedua, produk yang berkaitan dengan "berbagi", seperti parsel, hamper, dan sembako. Ketiga, produk yang berkaitan dengan "lebih baik", seperti kosmetik, pakaian muslim, peralatan shalat, dan perlengkapan rumah tangga.

4. Sesuaikan target penjualan dengan perilaku belanja konsumen

Untuk meningkatkan penjualan, penting untuk menyesuaikan strategi dengan perilaku belanja konsumen yang dinamis.

Pada minggu pertama Ramadhan, misalnya, fokuslah pada promosi kategori fesyen, seperti gamis dan baju koko yang banyak dicari untuk persiapan ibadah dan silaturahmi.

Pada minggu kedua, geser fokus ke kategori elektronik, seperti ponsel dan laptop yang biasanya menjadi incaran konsumen setelah mendapatkan THR.

Pada minggu-minggu terakhir jelang Lebaran, targetkan promosi untuk produk terlaris agar memaksimalkan keuntungan dari pencairan THR. Dengan strategi yang adaptif dan terencana, penjualan saat Lebaran dapat dioptimalkan.

5. Fokus menjual produk populer saat Ramadhan

Fokus menjual produk populer di toko dan produk yang tren di masa Ramadhan menjadi kunci memaksimalkan keuntungan. Terdapat empat langkah untuk mempromosikan produk-produk tersebut.

Pertama, manfaatkan fitur promosi kampanye yang disediakan platform e-commerce seperti Lazada. Fitur ini membantu meningkatkan visibilitas produk dan menarik minat pembeli.

Kedua, pasang harga yang kompetitif. Lakukan riset pasar untuk mengetahui harga pasaran produk sejenis dan tawarkan harga yang lebih menarik.

Ketiga, pastikan stok produk cukup untuk menjawab kebutuhan konsumen. Kehabisan stok di tengah tingginya permintaan dapat menyebabkan kekecewaan pelanggan dan kehilangan penjualan.

Keempat, tingkatkan minat konsumen dengan diskon dan fitur gratis ongkir. Promosi ini terbukti efektif menarik pembeli dan meningkatkan konversi penjualan.

6. Jaga reputasi toko

Loyalitas pelanggan adalah kunci utama dalam mengembangkan bisnis. Salah satu cara untuk mendapatkannya adalah dengan menerapkan layanan bintang lima bagi pembeli. Ada empat strategi dalam membangun hal tersebut.

Pertama, memiliki customer service yang responsif. Hal ini dapat dilakukan dengan menyediakan berbagai kanal komunikasi yang mudah diakses dan direspon dengan cepat. Tim customer service yang ramah dan tanggap akan memberikan pengalaman positif bagi pelanggan.

Kedua, pastikan pengiriman dan penanganan pesanan yang cepat. Kemasan yang rapi dan aman serta pengiriman yang efisien akan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Ketiga, ajak pembeli untuk aktif memberi saran untuk brand. Tanyakan pendapat dan masukan mereka tentang produk dan layanan yang ditawarkan. Selain menunjukkan bahwa penjual menghargai pembeli, hal ini juga membantu dalam meningkatkan kualitas layanan.

Terakhir, terus jaga interaksi dengan pembeli. Bangun hubungan yang baik dengan mereka melalui berbagai platform seperti media sosial, email marketing, atau program loyalitas pelanggan. Interaksi yang berkelanjutan akan membuat pembeli selalu ingat dengan brand.

Lazada Ramadhan Seller Festival 2024.  Dok. Lazada Lazada Ramadhan Seller Festival 2024.

Lazada dukung brand dan penjual lokal maksimalkan penjualan saat Ramadhan

Laporan Google bertajuk "Recharge, Reconnect, Celebrate: Consumer Insights for Successful Ramadan 2024 Campaigns" menunjukkan lonjakan belanja masyarakat hampir dua kali lipat saat Ramadhan jika dibandingkan tanggal kembar.

Lazada sendiri siap mendukung brand dan penjual lokal memanfaatkan momentum tersebut melalui Ramadhan Sale 8 Maret–8 April 2024.

CEO Lazada Indonesia James Chang menuturkan, komitmen pihaknya dalam mendukung brand dan penjual lokal Indonesia tak pernah surut. Lazada pun senantiasa berinovasi guna mengejar pertumbuhan berkelanjutan yang tak hanya bagi internal, tapi juga bagi brand dan penjual lokal.

“Lazada Ramadhan Seller Festival menjadi dorongan bagi brand dan penjual lokal untuk meningkatkan penjualan. Kami siap mendukung mereka dengan serangkaian program dan fitur berteknologi mutakhir, khususnya bagi mereka yang siap untuk terus berkembang bersama Lazada,” ucapnya.

Lazada Ramadhan Seller Festival 2024 dihadiri oleh ratusan brand dan penjual lokal. Acara ini menghadirkan pemaparan dari para ahli Lazada, mentor penjual LazStar Trainer, dan pembicara ahli lainnya.

Adapun topik yang dibahas meliputi program dan fitur terbaru Lazada, serta kiat dari top seller Lazada untuk meningkatkan penjualan sepanjang Ramadhan.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat