pattonfanatic.com

Di Tengah Penurunan Penjualan Unit Baru, Tren Kredit Kendaraan Tetap Tumbuh

Ilustrasi kredit kendaraan bermotor, kredit mobil.
Lihat Foto

JAKARTA, - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan pertumbuhan pembiayaan kendaraan bermotor baru terus tumbuh di tengah tren perlambatan penjualan kendaraan baru.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan, pada kuartal I-2024 memang terdapat penurunan penjualan kendaraan baru. Namun, pembiayaan kendaraan bermotor tumbuh baik secara tahunan maupun bulanan.

"Outstanding piutang pembiayaan pada perusahaan pembiayaan untuk pembiayaan kendaraan bermotor baru terus tumbuh positif sebesar 14,19 persen secara tahunan (yoy) dan 3,75 persen sepanjang tahun (ytd)," kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (15/5/2024).

Baca juga: Tumbuh 12,4 Persen, Kredit Perbankan Tembus Rp 7.245 Triliun pada Kuartal I 2024

Ia menambahkan, OJK akan tetap memonitor dampak penurunan penjualan kendaraan bermotor ini kepada kinerja industri pembiayaan.

Selain itu, OJK juga meminta perusahaan untuk melakukan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan untuk menghadapi tren yang sedang berlangsung ini.

Secara umum, piutang pembiayaan tercatat senilai Rp 488,52 triliun pada kuartal I-2024. Angka ini tumbuh 12,17 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pembiayaan investasi yang meningkat 13,05 persen secara tahunan.

Adapun, profil risiko perusahaan pembiayaan atau multifinance terjaga dengan rasio Non Performing Financing (NPF) net tercatat sebesar 0,70 persen dan NPF gross sebesar 2,30 persen Gearing ratio PP turun tercatat sebesar 2,30 kali, atau jauh di bawah batas maksimum 10 kali.

Sebagai informasi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat total penjualan mobil pada kuartal I-2024, atau melambat hingga 23,9 persen dibandingkan satu tahun sebelumnya atau year-on-year (yoy).

Pada data wholesales atau penjualan dari pabrik ke diler, sepanjang Januari-Maret 2024 hanya terhenti di angka 215.069 unit dari sebelumnya mampu mencapai 282.601 unit.

Sementara dari sisi penjualan ritel, tercatat sebanyak 230.778 unit, turun 15 persen dari 271.423 unit secara tahunan (yoy).

Baca juga: OJK Sebut Perbankan Masih Optimistis Cetak Pertumbuhan Kredit Double Digit

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat