pattonfanatic.com

Melirik Undangan Digital, Solusi Modern dan Praktis di Era Teknologi

Ilustrasi seseorang mendapatkan udnangan digital yang bisa dibuka lewat ponsel.
Lihat Foto

Di era teknologi seperti sekarang, undangan digital bukanlah hal baru. Dengan fungsi sama, siapa yang sangka bahwa undangan pada zaman sekarang bisa jadi lebih praktis dan mengesankan.

Pengirimnya hanya tinggal berkirim alamat website, undangan pun sampai pada tangan penerima. Tak butuh waktu lama, apalagi ongkos kirim, seperti undangan konvensional.

Founder UndanganElektronik.com—penyedia layanan undangan digital—Dody Lesmana, mengamini hal itu. Kata dia, hal itulah yang membuat undangan digital kini makin digemari.

“Lewat undangan digital, pengirimnya bisa menghemat waktu dan biaya. Fitur-fitur canggih yang disematkan pada undangan digital juga memudahkan tamu dalam menemukan lokasi acara dan memberikan konfirmasi kehadiran,” tambahnya dalam rilis yang diterima , Kamis (16/5/2024).

Dody mengaku bahwa tekadnya membuat perusahaan yang melayani undangan digital sejak April 2024 itu bermula dari pengalaman ia sendiri.

Diceritakan olehnya bahwa ia pernah kehilangan undangan cetak dari kerabat dekat pada suatu waktu.

“Pernahkah Anda mengalami momen panik saat mencari undangan cetak yang hilang? Saya pernah. Suatu hari, saya ingin menghadiri acara kerabat, tapi saya lupa di mana menyimpan undangan cetaknya. Saya menghabiskan waktu lama mencari undangan itu hanya untuk melihat detail acara seperti tanggal, waktu, tempat, dan lokasi,” kenangnya.

Saat itu, ia berandai-andai undangan bisa disimpan di ponsel. Pikirnya, itu bakal memudahkan penerima karena bisa diakses di mana dan kapan saja.

Di sisi lain, ia juga pengalaman yang kurang baik terkait distribusi undangan.

“Salah satu keluarga saya pernah mengalami masalah saat mendistribusikan undangan pernikahan. Jarak yang jauh dan waktu terbatas membuat sebagian tamu tidak menerima undangan. Selain itu, biaya cetak dan transportasi undangan cukup besar. Dalam budaya Indonesia, banyak orang yang merasa tersinggung jika tidak diundang secara resmi dan kadang tidak datang kalau tidak diberi undangan,” paparnya.

Padahal, hal itu bisa diatasi dengan pemberian undangan dgitial. Dengan ini, semua tamu bisa mendapatkan undangan resmi tanpa terkendala jarak dan waktu.

“Alhamdulillah, masalah distribusi teratasi dan biaya pernikahan pun bisa dihemat untuk kebutuhan lain yang lebih penting,” kata dia.
Pengalaman lain terkait undangan yang ia alami adalah kesetaraan dalam penerimaan undangan.

“Di beberapa acara, sering kali ada perbedaan dalam desain dan kualitas undangan untuk tamu VIP dan tamu reguler. Tamu VIP biasanya mendapatkan undangan yang lebih mewah dengan bahan berkualitas tinggi dan kemasan eksklusif. Sedangkan tamu reguler menerima undangan yang lebih sederhana. Saya ingin semua tamu merasakan keistimewaan yang sama, seperti tamu VIP,” ujarnya.

Dari situ, ia memikirkan cara agar semua tamu bisa mendapatkan undangan yang sama mewahnya tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Solusinya adalah dengan undangan digital yang biayanya jauh lebih rendah daripada undangan cetak, tetapi tetap memberikan kesan eksklusif untuk semua tamu,” sambungnya.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat