pattonfanatic.com

Masih Berlaku Tarif Maksimal, Kemenhub Akan Evaluasi Ketentuan Tarif LRT Jabodebek

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (5/6/2024).
Lihat Foto

JAKARTA, - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan terus mengevaluasi penetapan tarif LRT Jabodebek.

Pasalnya, tarif yang berlaku mulai 1 Juni ini masih belum sepenuhnya normal sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 67 Tahun 2023 karena masih menerapkan tarif maksimal Rp 20.000 atau Rp 10.000 seperti saat masa promosi.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, pihaknya akan terus mengevaluasi kinerja operasi LRT Jabodebek setiap bulannya untuk mulai menerapkan tarif normal sesuai KM 67 Tahun 2023.

"Ada evaluasi nanti, kita akan lihat lagi ya. Nanti kalau memang ternyata trennya membaik, meningkat, dan layanannya juga juga makin baik, mungkin bisa kita evaluasi," ujar saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/6/2024).

Baca juga: Kemenhub Ajukan Anggaran Tambahan Sebesar Rp 15,75 Triliun untuk Kebutuhan Prioritas

Kemenhub menilai tren jumlah penumpang LRT Jabodebek saat ini masih belum sesuai target sehingga penerapan tarif normal dengan tarif maksimal diharapkan dapat mendongkrak jumlah penumpang LRT Jabodebek.

Pasalnya, jika mengacu rumusan tarif LRT Jabodebek pada KM 67 Tahun 2023 dimana untuk 1 kilometer (km) pertama sebesar Rp 5.000 lalu pada kilometer selanjutnya Rp 700 per km dan tanpa tarif maksimal, maka tarif untuk jarak terjauh diperkirakan mencapai Rp 23.000-24.000.

Sementara untuk tarif yang berlaku saat ini, penumpang dapat membayar maksimal Rp 20.000 pada hari kerja (Senin-Jumat) pada jam sibuk sedangkan pada hari kerja di luar jam sibuk, akhir pekan, dan libur nasional tarif maksimal hanya Rp 10.000.

"Kita masih beri (tarif maksimal) ke masyarakat untuk menikmati tarif yang mungkin buat mereka juga akan lebih bisa mendorong demand dan lebih menarik untuk meningkatkan traffic juga," ungkapnya.

Baca juga: Perpanjangan Rute LRT Jabodebek sampai Bogor Tunggu Pemerintahan Baru

 


Sebelumnya, Manager Public Relations LRT Jabodebek Mahendro Trang Bawono mengungkapkan, KAI menilai operasional LRT Jabodebek saat ini masih belum sebanding untuk diterapkan tarif normal.

Adapun seharusnya LRT Jabodebek melayani 434 perjalanan per hari dengan headway 3 sampai 6 menit. Sementara per Juni 2024, LRT Jabodebek melayani 336 perjalanan per hari saat hari kerja dan 260 perjalanan per hari saat akhir pekan dengan headway sekitar 5,5 sampai 11 menit.

"Dengan dinamika LRT Jabodebek yang seperti itu, banyak sekali ada kendalanya, banyak sekali ada rintangannya untuk mengoperasikan itu. Kami rasa ketika menerapkan (tarif) sesuai dengan FS itu belum worth it lah, belum sebanding," ujarnya saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (4/6/2024).

Baca juga: KAI Ungkap Alasan Tak Langsung Terapkan Tarif Normal ke LRT Jabodebek

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat