pattonfanatic.com

Pajak Pusat: Pengertian, Contoh, dan Bedanya dengan Pajak Daerah

Yang termasuk pajak pusat adalah pajak penghasilan alias PPh. Selanjutnya penerimaan perpajakan adalah penerimaan pemerintah pusat yang terdiri dari domestik dan luar negeri.
Lihat Foto

- Pajak pusat adalah jenis pajak yang dipungut dan dikelola oleh pemerintah pusat. Pajak ini merupakan sumber pendapatan utama bagi pemerintah pusat untuk membiayai berbagai program dan kegiatan pemerintahan, pembangunan nasional, serta layanan publik.

Mengutip laman Kemenkeu, dii Indonesia, pengelolaan pajak pusat dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan.

Pajak pusat meliputi berbagai jenis pajak yang dikenakan pada individu dan badan usaha berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Penerimaan perpajakan adalah penerimaan pemerintah pusat yang terdiri dari dalam negeri (domestik) dan pajak yang berasal dari perdagangan internasional.

Karakteristik pajak pusat

Baca juga: 7 Contoh Pajak Pusat yang Ada di Indonesia

Berikut adalah beberapa karakteristik pajak pusat:

1. Dikelola oleh pemerintah pusat

Pengelolaan dan pemungutan pajak ini dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Pajak.

2. Diatur oleh undang-undang

Jenis dan tarif pajak pusat diatur oleh undang-undang yang disahkan oleh pemerintah pusat bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

3. Lingkup nasional

Pajak pusat berlaku di seluruh wilayah Indonesia dan dikenakan pada wajib pajak baik individu maupun badan usaha.

Baca juga: Apa Saja yang Termasuk Pajak Pusat?

Contoh pajak pusat

Berikut yang termasuk pajak pusat adalah:

1. Pajak Penghasilan (PPh)

Yang termasuk pajak pusat adalah pajak penghasilan alias PPh, di mana pajak ini terbagi menjadi beberapa golongan.

  • PPh Pasal 21: Pajak atas penghasilan berupa gaji, upah, dan tunjangan.
  • PPh Pasal 22: Pajak atas kegiatan perdagangan barang tertentu.
  • PPh Pasal 23: Pajak atas penghasilan berupa dividen, bunga, dan royalti.
  • PPh Pasal 25: Angsuran pajak yang dibayar secara berkala.
  • PPh Pasal 29: Kekurangan pembayaran pajak berdasarkan SPT Tahunan.
  • Pajak Pertambahan Nilai (PPN):
  • Pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen.

2. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat