pattonfanatic.com

China Mau Kembangkan Pertanian Kalteng, Kementan: Boleh-boleh Saja

Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil saat meninjau percepatan tanam di Desa Pringgoboyo dan Desa Turi, Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Selasa (19/3/2024).
Lihat Foto

BANYUMAS, - Kementerian Pertanian (Kementan) merespons soal rencana Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, mengajak China untuk mengembangkan pertanian di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Ali Jamil menilai sah-sah saja pemerintah mengajak China membangun pertanian di Indonesia. Sebab hal itu dinilai akan membawa hal yang positif dalam meningkatkan produktivitas pangan Indonesia secara total.

“Siapa pun sebenarnya yang mau membangun pertanian kita ya oke-oke saja, tinggal kita manfaatkan,” ujarnya dalam Workshop Diseminasi Program dan Komunikasi Publik Pertanian di Purwokerto, Sabtu (8/6/2024).

Baca juga: Bulog Siap Beli Padi yang Dikembangkan China-RI di Kalteng

Lagipula, lanjut Ali, Kalteng hanya sebagian kecil dari Indonesia yang memiliki potensi untuk penggarapan sawah. Meski begitu kalaupun rencana penggarapan sawah baru dilakukan dengan China, dia menjamin program-program Kementan untuk menggenjot produksi sawah tetap akan dilakukan di Kalteng.

Untuk diketahui, Kementan memiliki segudang program untuk peningkatan produktivitas sawah di antaranya melalui pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, hingga program Indeks Pertanaman (IP) 400.

“Kesimpulannya adalah Kalteng itu kan hanya sebagian dari Indonesia jadi kalau pun di situ ada pembangunan pertanian di Kemenkomarves saya fikir boleh-boleh saja untuk peningkatan produksi secara total,” pungkasnya.

Baca juga: Luhut Ungkap China Mau Kembangkan Sawah Padi di Kalteng

Adapun sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa China bersedia untuk mengembangkan pertanian di Kalimantan Tengah (Kalteng) dengan memberikan teknologi padinya, dan akan memulai proyek ini pada Oktober 2024.

“Kita (Indonesia) minta mereka (China) memberikan teknologi padi mereka, di mana mereka sudah sangat sukses menjadi swasembada. Mereka bersedia,” ujar Luhut dikutip dari Antara, Minggu (21/4/2024).

Kesepakatan tersebut merupakan salah satu hasil dari Pertemuan Ke-4 High Level Dialogue and Cooperation Mechanism (HDCM) RI–RRT di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (19/4/2024).

Luhut mengatakan bahwa langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh Indonesia adalah mencari mitra lokal untuk bekerja sama dalam mengembangkan pertanian di Indonesia.

Baca juga: Food Estate Pulang Pisau Kalteng Masuk Musim Panen

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat