pattonfanatic.com

Resmi Melantai di BEI, Saham BATR Melonjak 22,7 Persen

Ilustrasi bursa efek Indonesia (BEI).
Lihat Foto

JAKARTA, - Emiten manufaktur dan perdagangan produk refraktori atau material tahan api, PT Benteng Api Technic Tbk (BATR) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (10/6/2024).Di awal sesi harga saham BATR melonjak 22,73 persen di level Rp 135 per saham.

Lewat IPO, BATR resmi menjadi emiten ke-25 yang listing sepanjang 2024 di BEI.

Mengutip prospektus, BATR melepas maksimal 20,5 persen sahamnya ke publik atau sebanyak 620 juta saham baru dengan harga Rp 110 per lembar saham, dengan perolehan dana IPO sebesar Rp 68,2 miliar.

Baca juga: BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

Ilustrasi saham, pasar saham, transaksi saham. SHUTTERSTOCK/JIRAPONG MANUSTRONG Ilustrasi saham, pasar saham, transaksi saham.

Direktur Utama BATR Ridwan mengatakan, IPO ini menjadi momen penting.

Pasalnya, saat ini pasar refraktori Indonesia mencatat pertumbuhan tingkat pengiriman sebesar 78,34 persen pada 2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan diperkirakan akan mencatatkan pertumbuhan CAGR sebesar 4,7 persen hingga tahun 2026.

“Hari ini kami berhasil mencapai milestone baru melalui IPO yang merupakan aksi korporasi strategis. Melalui IPO ini kami ingin selalu memberi dampak positif, kami ingin secara konsisten memaksimalkan layanan dalam bidang manufaktur dan perdagangan produk refraktori serta jasa konstruksi di Indonesia yang semakin agresif berkembang,” kata Ridwan.

Ridwan menyebut, penawaran umum saham BATR, terlihat antusiasme publik yang digelar pada 3 sampai 6 Juni 2024 lalu. Alhasil, terjadi kelebihan permintaan atau oversubscribed sebesar 140,52 kali dari hasil pooling.

Baca juga: Produsen Refraktori BATR Bakal IPO, Bagaimana Prospek Bisnisnya?

Ridwan bilang, Indonesia cenderung mengandalkan impor untuk memenuhi permintaan pasar refraktori yang terus meningkat.

Faktor impor pasar refraktori pada 2021 sebesar 204,63 juta dollar AS sedangkan pada 2017 sebesar 151,06 juta dollar AS.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat