pattonfanatic.com

Vale Indonesia Absen Bagi Dividen, Ini Sebabnya

public expose PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Lihat Foto

JAKARTA, - Emiten pertambangan nikel, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) absen membagikan dividen kepada para pemegang saham dari laba tahun 2023.

Hal ini telah mengantongi persetujuan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (10/6/2024).

“Dengan mempertimbangkan belanja modal untuk proyek-proyek yang sedang berjalan dan modal kerja Perseroan di tahun-tahun mendatang, para pemegang saham, sesuai dengan rekomendasi Direksi dan Dewan Komisaris, menyetujui bahwa tidak ada dividen yang akan dibayarkan kepada pemegang saham untuk tahun keuangan 2023,” kata manajemen.

Baca juga: Vale Indonesia Umumkan Manajemen Baru, Anak Buah Luhut Jadi Presiden Komisaris

Berdasarkan laporan kinerja 2023, tercatat laba bersih INCO sepanjang 2023 sebesar 274,3 juta dollar AS atau naik 36,89 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya 200,4 juta dollar AS.

Adapun pertumbuhan laba bersih itu ditopang oleh kenaikan pendaptan INCO sebesar 1,2 miliar dollar AS pada 2023, dibandingkan pendapatan tahun 2022 sebesar 1,17 miliar dollar AS.

Strategi 2024

Direktur Utama INCO Febriany Eddy mengatakan, pihaknya bercita-cita menjadikan pertambangan nikel Vale Indonesia sebagai world class natural resorces based batery solution. Untuk itu, di tahun ini ada lima fokus yang akan menjadi prioritas Vale Indonesia.

“Untuk mencapai aspirasi ini kita memiliki strategi dan fokus ke depan. Pertama, lahan yang dipercaya kepada kita, akan dilakukan masif eksplorasi, agar bisa kita bangun dan kita bikin rencana pengembangan jangka panjang, termasuk dari sisi hilirisasi,” ungkap Febri.

Kedua, Vale akan fokus pada tiga projek utama (Sorowako, Bahodopi dan Pomalaa) yang akan diakselerasi dan akan diselesaikan tepat waktu, aman, dan tepat biaya.

Ketiga, dengan Vale Indonesia menyambut mandat dari pemerintah yang ingin membuat Indonesia menarik dan membangun ekosistem kendaraan listrik.

“Vale Indonesia akan menyambut tantangan ini. Kita akan melakukan kajian dan studi untuk memutuskan titik optimum bagaimana strategi downstream kita termasuk sirkulariti (itu jagnka panjang tapi kita sudah pikirkan dari sekarang),” lanjut dia.

Keempat, proyek Sorowako akan menjadi pusat dari proyek yang digarap saat ini. Sorowako diharapkan menjadi sehat untuk menopang agenda hilirisasi. Terakhir, Vale Indonesia akan mendorong implementasi ESG berkelas dunia untuk mendukung agenda keberlanjutan.

“Jadi, kita kan men-deliver semua proyek kita dan mengedepankan standar ESG. Dengan demikian kita bisa menjadi perusahaan berkelas dunia,” tegas dia.

Baca juga: Perpanjangan Izin Tambang Vale hingga 2045 Telah Terbit

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat