pattonfanatic.com

Luhut Yakin IKN dan Makan Siang Gratis Bisa Terealisasi

 Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan saat menghadiri acara HUT Ke-52 HIPMI di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (10/6/2024).
Lihat Foto

JAKARTA, - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menilai kondisi keuangan Indonesia masih bisa untuk membangun Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga merealisasikan program makan siang gratis atau makan bergizi.

Dia mengatakan, utang pemerintah Indonesia masih aman lantaran rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 36 persen.

Sebagai informasi, nilai utang pemerintah sampai dengan 30 April lalu sebesar Rp 8.338,43 triliun. Nilai itu meningkat sekitar Rp 76,33 triliun dari bulan sebelumnya sebesar Rp 8.262,10 triliun.

Baca juga: Minta Simbara Timah dan Nikel Segera Jalan, Luhut: Jangan Ragu-ragu, Hajar Saja

"Utang kita masih reasonable (masuk akal) untuk dibayar. Koordinasi peningkatan defisit dalam batas realokasi belanja menjadi produktif dan kita semua bertahap, berkelanjutan, fiskal juga terjaga," ujarnya saat acara HUT ke-52 Hipmi di Jakarta, Senin (10/6/2024).

Selain itu, Luhut menyebut, target pertumbuhan ekonomi dapat dicapai tanpa mengorbankan keberlanjutan fiskal.

Kondisi keuangan Indonesia juga masih tetap terjaga selama lima tahun mendatang meskipun rasio belanja negara defisit 2,5 persen.

"Di kantor saya mereka membuat ekonomi model, sehingga kita bisa lihat 5 tahun ke depan kita tidak ada masalah dengan budget defisit 2,5 persen itu. Tidak ada masalah," ucapnya.

Dengan kondisi tersebut, Luhut mengklaim, pemerintah dapat menyelesiakan berbagai proyek strategis mulai dari pembangunan jalan tol, IKN, hingga program makan bergizi yang diusung Presiden terpilih Prabowo Subianto.

"Jadi kalau orang ribut di luar begini begini enggak ada, ini kita bisa selesaikan IKN, kita bisa menyelesaikan Tol Sumatera, kita juga bisa menyelesaikan proyek-proyek lain makan bergizi yang itu dilakukan secara bertahap," tuturnya.

Baca juga: Soal Bersedia Jadi Penasihat Prabowo, Ini Kata Luhut

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat