pattonfanatic.com

Integrasi Infrastruktur Pipa Perlancar Penyaluran Gas ke Industri dan Komersial di Jateng

Ilustrasi jaringan pipa gas bumi milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN).
Lihat Foto

JAKARTA, - Integrasi pipa gas di Jawa Tengah, sejalan dengan pengembangan Pipa Transmisi Cirebon-Semarang I (Pipa Cisem) dan Pipa Transmisi Gresik – Semarang (Pipa Gresem) membuahkan hasil. Volume penyaluran gas ke industri dan komersial naik 1.000 persen berkat integrasi ini.

Optimalisasi pipa gas ini dilakukan oleh Subholding Gas Pertamina PT PGN Tbk.

Direktur Komersial PGN, Ratih Esti Prihatini mengatakan, integrasi infrastruktur pipa gas meningkatkan volume penyaluran pipa dari volume 300.000 M³ per bulan pada awal 2022 menjadi 3 Juta M³ per bulan pada 2024.

Penyaluran gas oleh PGN disalurkan untuk pelanggan industri, komersial dan pembangkit listrik yang berada di kawasan Kota Semarang, Demak, Kendal, dan Batang.

Beberapa industri besar yang saat ini menggunakan gas tersebut di antaranya PT Indofood Fortuna Makmur, PT Aroma Kopi Krim dan PT Rumah Keramik Indonesia.

Baca juga: Sikapi Harga Gas, Asosiasi Perusahaan Gas RI Lakukan Audiensi dengan Komisi VII DPR

"PGN akan terus mengoptimalkan pengelolaan gas bumi dan infrastruktur khususnya dalam integrasi dan agregasi untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi, karena hal ini yang akan menjadi faktor pendorong pertumbuhan penyerapan gas bumi," kata Ratih melalui keterangannya, Rabu (12/6/2024).

"Tentu, kami harapkan tidak hanya industri eksisting namun juga pelanggan baru yang berada di sekitar infrastruktur yang telah terintegrasi," lanjutnya.

Ratih menjelaskan, pipa distribusi PGN yang telah terintegrasi dengan Pipa Cisem dan Gresem juga akan memberikan fleksibilitas mendatangkan pasokan dari beberapa sumber. Selanjutnya, PGN dapat melakukan agregasi pada customer-customer potensial.

Baca juga: Emiten Distribusi Gas Alam CGAS Bakal Tebar Dividen Rp 2,2 Miliar dari Laba 2023

Target 2024

Ratih mengatakan, pada 2024 ini, PGN akan terus berupaya menyelesaikan penyelesaian infrastruktur ke calon pelanggan yang sudah terkontrak seperti PT KCC Glass Indonesia di Batang dengan kebutuhan volume gas 8 BBTUD.

Kemudian, ke beberapa pabrik lainnya berada di Kendal dan Mangkang seperti LBM, BTR, Matahari Tire Indonesia dan Sango Ceramic dengan potensi volume awal sekitar 3 BBTUD di tahun 2024 ini.

“Dengan demikian, total proyeksi optimasi penyaluran gas melalui Pipa Gresem-Cisem pada di akhir tahun ini sekitar 14 BBTUD atau sekitar 14 juta M³ per bulan,” tutup Ratih.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat