pattonfanatic.com

The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Bitcoin Berpotensi Naik

Ilustrasi bitcoin.
Lihat Foto

JAKARTA, - Keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuannya, dinilai menjadi katalis positif bagi pergerakan Bitcoin. Hal ini terefleksikan dari harga Bitcoin yang menguat setelah The Fed mengumumkan hasil rapatnya.

Berdasarkan data Coinmarketcap, harga Bitcoin menguat 0,21 persen ke level Rp 1,1 miliar pada Kamis (13/6/2024) siang. Namun demikian, jika dilihat dalam kurun waktu 7 hari terakhir, nilai aset dengan kapitalisasi pasar terbesar itu masih turun 4,66 persen.

Chief Marketing Officer (CMO) Tokocrypto Wan Iqbal mengatakan, apresiasi Bitcoin sebenarnya didorong oleh rilis data inflasi AS yang lebih rendah dari ekspektasi. Data ini pun sebelumnya memicu ekspektasi The Fed bakal menurunkan suku bunga acuannya.

Baca juga: Aliran Modal ke ETF Kian Deras, Harga Bitcoin Dekati Level Tertinggi Sepanjang Masa

Namun, The Fed memutuskan untuk pertahankan suku bunga antara 5,25 -5,50 persen. Hal ini bertentangan dengan proyeksi The Fed yang mungkin akan mengikuti jejak bank sentral G7 lainnya yang memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.

"Meski begitu, harapannya adalah pengumuman Federal Reserve akan membantu meningkatkan momentum bullish BTC untuk membantunya menguji ulang level resistensi di 70.000 dollar AS," kata Iqbal ditemui di Jakarta, Kamis (13/6/2024).

Lebih lanjut Iqbal bilang, pemulihan Bitcoin merupakan momentum bagi investor untuk mengoptimalkan peluang dengan mulai mempertimbangkan instrumen investasi berisiko tinggi, seperti kripto.

Baca juga: Minat Koin Meme Terus Meningkat, Bitcoin Tersaingi?

Selain itu, iklim investasi kripto sebenarnya dinilai telah mendapat angin segar dari berbagai faktor lain. Utamanya ialah adopsi institusional terhadap Bitcoin dan aset kripto lainnya, dengan beberapa perusahaan besar mulai mempertimbangkan kripto sebagai bagian dari portofolio investasi.

Semakin masifnya adopsi Bitcoin oleh investor institusi tidak terlepas dari terus bertambahnya negara yang memberikan "lampu hijau" kepada perusahaan investasi untuk memperdagangkan exchange traded fund (ETF) berbasis Bitcoin.

"Hal ini meningkatkan kredibilitas industri kripto dengan menunjukkan bahwa kripto diterima oleh lembaga keuangan arus utama," ucap Iqbal.

Baca juga: Thailand Jadi Negara Pertama di Asia Tenggara Setujui ETF Bitcoin

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat