pattonfanatic.com

Melejit, Piutang Pembiayaan "Paylater" Capai Rp 6,47 Triliun

Ilustrasi layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater.
Lihat Foto

JAKARTA, - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total piutang pembiayaan buy now pay later atau paylater terus tumbuh sampai April 2024.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan, piutang pembiayaan paylater mencapai Rp 6,47 triliun per April 2024.

"(Piutang pembiayaan) tumbuh 31,45 persen secara tahunan," kata dia dalam keterangan resmi, ditulis Kamis (13/6/2024).

Baca juga: Mulai Juli, Ini Perubahan Tanggal Tagihan dan Jatuh Tempo Paylater BCA

Ia menambahkan, saat ini OJK sedang dalam proses mengkaji secara mendalam aturan mengenai paylater.

Hal ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan bisnis paylater yang sehat.

"Dan tetap memperhatikan prinsip pelindungan konsumen," imbuh dia.

Secara persentase, pertumbuhan piutang pembiayaan paylater ini terbilang cukup tinggi.

Pada Maret 2024, OJK mencatat piutang pembiayaan paylater perusahaan pembiayaan mencapai Rp 6,13 triliun.

Baca juga: Paylater BCA Bisa Dipakai di Luar Negeri, Ini Caranya

Jumlah tersebut tumbuh 23,90 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada Maret lalu, non performing financing (NPF) gross paylater berada pada level 3,15 persen.

"Kinerja dan pertumbuhan PP BNPL diproyeksikan akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi yang memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi belanja secara online," tandas Agusman.

Baca juga: Waspada, Modus Penipuan Paylater dan Kartu Kredit Catut Nama BCA

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat