pattonfanatic.com

Data Inflasi Topang Saham-saham di Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Lagi

Ilustrasi bursa saham New York Stock Exchange (NYSE) atau Wall Street.
Lihat Foto

NEW YORK, - Bursa saham AS atau Wall Street berakhir mayoritas di zona hijau pada penutupan perdagangan, Kamis (13/6/2024) waktu setempat. Data inflasi yang menunjukkan perbaikan mendorong kenaikan harga saham-saham di AS.

S&P 500 berhasil mencatatkan rekor penutupan positif dalam empat hari berturut - turut karena investor mempertimbangkan data inflasi yang terlihat mulai menurun.

S&P 500 naik 0,23 persen menjadi berakhir pada 5.433,74, sedangkan Nasdaq Komposit bertambah 0,34 persen dan ditutup pada 17.667,56. Perdagangan hari Kamis menandai rekor penutupan keempat berturut-turut untuk S&P 500 dan Nasdaq.

Baca juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Saham di Wall Street Mayoritas Bullish

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average (DJIA) mencatatkan kinerja buruk pada perdagangan hari Kamis, dengan penurunan 65,11 poin, atau 0,17 persen, menjadi berakhir pada level 38.647,10.

S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi pada minggu ini, didorong oleh data baru yang menunjukkan tanda-tanda penurunan inflasi di AS.

Di sisi lain, indeks harga produsen bulan Mei turun 0,2 persen dari bulan sebelumnya. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan kenaikan sebesar 0,1 persen.

Laporan tersebut muncul sehari setelah Biro Statistik Tenaga Kerja menerbitkan data indeks harga konsumen untuk bulan Mei yang berada di bawah ekspektasi.

Data AS pada hari Kamis juga mengikuti keputusan kebijakan Federal Reserve. The Fed mempertahankan suku bunganya tidak berubah, namun mencatat ada kemajuan yang dicapai dalam hal inflasi.

“Ekspektasi dasar kami saat ini adalah pergerakan pasar akan positif dan terus bergerak lebih tinggi terutama di pasar ekuitas,” kata kepala manajemen portofolio di Horizon Investments Zachary Hill.

Saham Broadcom melonjak lebih dari 12 persen setelah perusahaan pembuat chip itu mencatat kenaikan pendapatan dan berencana melakukan stock split saham 10:1.

Sementara itu, saham Dave & Buster’s Entertainment turun hampir 11 persen karena pendapatan kuartal pertama perusahaan tidak sesuai perkiraan.

Di sisi lain, saham Generac dan Paramount Global masing-masing turun 4,6 persen dan 6,9 persen. Keduanya termasuk di antara saham-saham yang mengalami penurunan terbesar di S&P 500. Layanan streaming ini merosot setelah National Amusements menghentikan diskusinya dengan Skydance mengenai usulan merger.

Saham Salesforce dan Amazon juga masing - masing turun 2,9 persen dan 1,6 persen yang berkontribusi terhadap penurunan indeks DJIA.

Baca juga: Luncurkan Fitur AI, Saham Apple Capai Rekor Tertinggi Baru

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat