pattonfanatic.com

BALI Bidik Pendapatan Usaha Rp 1,05 Triliun pada 2024

Ilustrasi menara BTS (Base Transceiver Station).
Lihat Foto

JAKARTA, - Emiten penyedia infrastruktur menara telekomunikasi, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) menargetkan pendapatan usaha sekitar Rp 1,05 triliun pada 2024.

Selain itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), perseroan memutuskan membagikan dividen sebesar Rp 78,69 miliar atau setara dengan Rp 20 per saham.

Direktur Utama BALI Jap Owen Ronadhi mengatakan, perseroan mengoperasikan dua segmen usaha, yaitu selular dan non-selular. Bisnis selular mencakup penyewaaan menara, penyewaan transmisi/bandwidth, operations dan maintenance (O&M) termasuk listrik dan back-up power.

Baca juga: Kominfo Pinjam Lahan 14 Pemda hingga 10 Tahun, untuk Bangun 7.904 Menara BTS di Daerah 3T

Ilustrasi kabel optik atau fiber optic. SHUTTERSTOCK/PROXIMA STUDIO Ilustrasi kabel optik atau fiber optic.

Adapun pada segmen non-selular, bisnis perseroan mencakup Fiber-to-the-X (FTTX) retail, corporate dan Government. Produk non-selular perseroan dikenal dengan nama Balifiber.

"Di bisnis Selular, saat ini perseroan merupakan penyedia menara terbesar di Bali dan penyedia microcell pole (MCP) terbesar di Jakarta," kata Jap dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/6/2024).

Jap menjelaskan, seluruh menara perseroan telah tersambung dengan jaringan fiber optik dan/atau microwave kapasitas tinggi, serta mampu mengakomodir perkembangan teknologi ke depan.

"Sementara itu, di bisnis non-selular, perseroan menawarkan carrier-grade service dengan kecepatan tinggi, latensi rendah, dan harga yang kompetitif," ungkapnya.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Rp 25 Triliun untuk Bangun BTS dan Satelit pada 2021-2024

Segmen usaha selular masih menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan usaha perseroan. Per kuartal I 2024, perseroan memiliki 3.754 unit menara, dengan jumlah penyewa sebanyak 2.063 penyewa.

Segmen ini memberikan kontribusi pendapatan usaha sebesar Rp 138,46 miliar atau 55,43 persen dari total pendapatan usaha selama kuartal I 2024. Adapun, kinerja pemakaian data mencapai 502.807 Mbps.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat