pattonfanatic.com

Indodax: Bitcoin Jadi Opsi Fleksibilitas Saat Ekonomi Tak Stabil

Ilustrasi bitcoin.
Lihat Foto

JAKARTA, - CEO perusahaan jual beli aset kripto, Oscar Darmawan, mengatakan, bitcoin menjadi opsi sebagai aset yang tahan lama terhadap tekanan ketidakstabilan ekonomi dan politik.

"Bitcoin menawarkan keunggulan sebagai aset yang tidak terkait dengan kebijakan moneter suatu negara dan memiliki sifat desentralisasi yang membuatnya lebih tahan terhadap tekanan politik dan sanksi eksternal," kata Oscar dalam keterangan tertulis, Minggu (16/6/2024).

Oscar mengatakan, bank sentral China pada Mei lalu mengalami perlambatan signifikan dalam pembelian emasnya.

Baca juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Bitcoin Berpotensi Naik

Ilustrasi bitcoin.UNSPLASH/KANCHANARA Ilustrasi bitcoin.

Penurunan ini, kata dia, menunjukkan adanya pergeseran dalam kebijakan cadangan devisa negara tersebut yang berpotensi memiliki dampak signifikan.

Ia mengatakan, mengingat adanya pergeseran dalam geopolitik global, diversifikasi menjadi penting lantaran diversifikasi juga melindungi dari dampak negatif ketidakstabilan politik atau ekonomi di satu wilayah, serta fluktuasi nilai tukar dan inflasi.

"Peningkatan ketegangan ini mendorong beberapa negara untuk mencari alternatif dalam mata uang cadangan mereka," ujarnya.

Oscar menyoroti bitcoin yang yang terbukti menjadi alat investasi yang efektif bagi investor yang mencari peluang pertumbuhan dan perlindungan terhadap fluktuasi mata uang konvensional.

Baca juga: Aliran Modal ke ETF Kian Deras, Harga Bitcoin Dekati Level Tertinggi Sepanjang Masa

Ia mengatakan, El Salvador menjadi negara pertama yang mengadopsi bitcoin sebagai devisa resmi pada September 2021 di bawah kepemimpinan Presiden Nayib Bukele.

El Salvador, kata Oscar, mengintegrasikan bitcoin dalam sistem keuangan nasionalnya untuk meraih manfaat ekonomi jangka panjang.

"Tujuan utama langkah ini adalah meningkatkan inklusi keuangan, menarik investasi asing, dan mengurangi biaya pengiriman uang bagi warga yang bekerja di luar negeri," ucap dia.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat