pattonfanatic.com

Saham Bank-bank Besar Terkoreksi, OJK: Lumrah dan Sejalan dengan Mekanisme Pasar

Bursa Efek Indonesia
Lihat Foto

JAKARTA, - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terus tertekan dan masih berada di level 6.700-an hari ini. Padahal sebelumnya, IHSG berada di atas level 7.000.

Melemahnya IHSG, seiring dengan turunnya saham-saham di BEI. Dalam hal ini, sektor perbankan terutama yang memiliki kapitalisasi besar disebut turut andil dalam pelemahan IHSG.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pergerakan harga saham merupakan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Baca juga: Hadapi Tren Pelemahan Rupiah dan IHSG, Ada Apa dengan Ekonomi Indonesia?

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae memerinci, faktor yang memengaruhi harga saham antara lain adalah permintaan dan penawaran, makro ekonomi, maupun pengaruh dari situasi global.

"Pergerakan harga saham di bursa dapat terjadi pada berbagai sektor usaha, termasuk sektor keuangan," kata dia dalam keterangan resmi, ditulis Kamis (20/6/2024).

Ia menambahkan, hal tersebut membuat dinamika yang ada dipandang sebagai hal yang lumrah dan sejalan dengan mekanisme pasar yang ada.

Sementara itu, Ekonom sekaligus Ahli Keuangan dan Pasar Modal Budi Frensidy menuturkan, IHSG mulai terperosok di bawah level 7.000 karena maraknya capital outflow atau modal asing yang keluar dari Indonesia. Hal tersebut terjadi pada April dan Mei 2024.

Menurut dia, ada sekurang-kurangnya tiga pemicu jatuhnya IHSG di akhir Mei lalu. "Anjloknya jawara BEI yaitu BREN (-27 persen) dalam sepekan akibat masuk papan pemantauan khusus (FCA)," ujar dia.

Selain itu, nilai tukar rupiah juga masih terus dalam tren pelemahan.

Seiring dengan itu, ada juga penurunan yang dialami oleh 8 dari 10 saham berkapitalisasi besar sepanjang tahun. Dari daftar tersebut terdapat beberapa bank besar seperti BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI.

Sementara, perusahaan lain yang juga sempat mengalami penurunan adalah perusahaan dengan sandi bursa BREN, BYAN, ASII, dan TLKM.

Dilansir dari Kontan, dalam sebulan terakhir, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi bank big caps dengan penurunan harga saham paling dalam.

Hingga akhir pekan lalu, BBNI tercatat telah terkoreksi sekitar 14,23 persen dalam kurun waktu sebulan menjadi 4.310 per saham.

Sedangkan, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat telah terkoreksi hingga 13,28 persen dalam sebulan terakhir menjadi 4.180 per saham.

Selanjutnya, ada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang dalam kurun waktu sebulan terakhir telah terkoreksi 9,8 persen menjadi 5.750 per saham.

Sementara, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat turun paling mini harga sahamnya sekitar 3,16 persen menjadi 9.200 per saham.

Baca juga: IHSG Ambles 6,4 Persen dalam Sebulan, Investor Harus Bagaimana?

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat