pattonfanatic.com

Industri Asuransi Umum Raup Pendapatan Premi Rp 32,7 Triliun hingga Kuartal I 2024

Ilustrasi asuransi.
Lihat Foto

JAKARTA, - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan, pendapatan premi industri asuransi umum tercatat senilai Rp 32,7 triliun per kuartal I 2024.

Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik & Riset Trinita Situmeang menjelaskan, angka itu tumbuh 26,1 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 25,94 triliun.

"Mulai normalnya kegiatan-kegiatan masyakarat serta industrial tentunya memberikan dampak yang baik kepada perekonomian Indonesia yang tentunya juga berimbas baik pada sektor perasuransian di Indonesia," kata dia dalam konferensi pers kinerja asuransi umum kuartal I 2024, Kamis (20/6/2024).

Baca juga: Premi Industri Asuransi Umum 2023 Capai Rp 103,86 Triliun

Ilustrasi asuransi.SHUTTERSTOCK/DEEMERWHA STUDIO Ilustrasi asuransi.
Ia menjelaskan, premi asuransi umum ditopang oleh pendapatan sektor usaha asuransi properti dengan Rp 9,59 triliun per Maret 2024. Angka ini tumbuh 51 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Faktor pendorong dari perolehan premi ini salah satunya adalah naiknya harga sewa properti komersial di triwulan I 2024 ini," imbuh dia.

Trinita mengukapkan, asuransi properti atau asuransi harta benda dan kendaraan bermotor masih mendominasi dari pangsa pasar perolehan premi terbesar di industri asuransi umum.

Pada kuartal I 2024, jumlah pangsa pasar kedua lini tersebut mencapai 47,4 persen.

Baca juga: Asosiasi Sebut Industri Asuransi Umum dan Reasuransi Belum Sehat

Kemudian, yang mengisi posisi pangsa pasar ketiga setelah kedua lini bisnis tersebut adalah asuransi kredit dengan proposi perolehan premi sebesar 15,1 persen.

Lebih lanjut, AAUI melaporkan industri asuransi umum telah membayarkan klaim senilai Rp 11,5 triliun per Maret 2024.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat