pattonfanatic.com

Bank Sentral di Indonesia Adalah BI, Simak Aturannya

Sejak tahun 1946 bank sentral yang ada di Indonesia adalah BNI, namun saat ini bank sentral di Indonesia adalah BI.
Lihat Foto

- Bank sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia atau BI. Sebelum BI, bank sentral yang ada di Indonesia adalah Bank Negara Indonesia (BNI).

BNI sendiri awalnya dibentuk sebagai bank umum sekaligus bank sentral pada tahun 1946 berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 1946 tanggal 5 Juli 1946.

Selanjutnya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 tahun 1968, BNI ditetapkan hanya menjadi bank umum dan statusnya menjadi BUMN.

Dilansir dari laman resmi BI, pada tahun 1951, muncul desakan kuat untuk mendirikan bank sentral sebagai wujud kedaulatan ekonomi Republik Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah memutuskan untuk membentuk Panitia Nasionalisasi DJB. Proses nasionalisasi dilakukan melalui pembelian saham DJB oleh Pemerintah RI, dengan besaran mencapai 97 persen.

Pemerintah RI pada tanggal 1 Juli 1953 menerbitkan UU Nomor 11 Tahun 1953 tentang Pokok Bank Indonesia, yang menggantikan DJB Wet Tahun 1922. Sejak 1 Juli 1953 Bank Indonesia secara resmi berdiri sebagai Bank Sentral Republik Indonesia.

Baca juga: Pengertian Bank Sentral, Tugas, dan Fungsi, dan Contoh di Negara Lain

UU Nomor 11 Tahun 1953 merupakan ketentuan pertama yang mengatur BI sebagai bank sentral. Tugas BI tidak hanya sebagai bank sirkulasi, melainkan sebagai bank komersial melalui pemberian kredit.

Pada masa ini, terdapat Dewan Moneter (DM) yang bertugas menetapkan kebijakan moneter. DM diketuai Menteri Keuangan dengan anggota Gubernur BI dan Menteri Perdagangan. Selanjutnya, BI bertugas menyelenggarakan kebijakan moneter yang telah ditetapkan oleh DM.

Bank sentral di Indonesia adalah BI

Sementara mengutip laman DPR RI, Bank Indonesia adalah bank sentral Republik Indonesia. Di mana merupakan lembaga negara yang independen, bebas dari campur tangan pemerintah atau pihak-pihak lainnya, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang.

Pihak luar tidak dibenarkan mencampuri pelaksanaan tugas Bank Indonesia, dan Bank Indonesia juga berkewajiban untuk menolak atau mengabaikan intervensi dalam bentuk apapun dari pihak manapun juga.

Status dankedudukan yang khusus tersebut diperlukan agar Bank Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai otoritas moneter secara lebih efektif dan efisien.

Baca juga: 5 Jenis Bank Berdasarkan Kepemilikannya di Indonesia

Fungsi BI sebagai bank sentral

Bank Indonesia adalah bank sentral Republik Indonesia yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan negara. Berikut adalah fungsi utama Bank Indonesia:

1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter

  • Menetapkan suku bunga acuan (BI Rate) untuk mengendalikan inflasi.
  • Melakukan operasi pasar terbuka, termasuk pembelian dan penjualan surat berharga, untuk mengatur jumlah uang beredar.
  • Mengatur cadangan wajib minimum bagi bank-bank komersial.

2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran

  • Mengembangkan dan mengawasi sistem pembayaran nasional untuk memastikan efisiensi, keamanan, dan keandalan dalam transaksi keuangan.
  • Memfasilitasi sistem pembayaran elektronik dan digital, serta mengawasi pelaksanaannya.

3. Mengelola cadangan Devisa

  • Menyimpan dan mengelola cadangan devisa negara untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.
  • Melakukan intervensi di pasar valuta asing jika diperlukan untuk mengendalikan fluktuasi nilai tukar.

4. Menerbitkan dan mengelola uang kartal

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat