pattonfanatic.com

Franchise Street Food Taiwan Sosis mulai Rp 55 Juta, Intip Peluang Usahanya

Lio Adrian, CEO dari PT Taso Indonesia Raya
Lihat Foto

JAKARTA, - Melihat tren makanan kekinian yang semakin berkembang menjadi sebuah peluang usaha yang sayang untuk disia-siakan. Lio Adrian yang merupakan CEO dari PT Taso Indonesia Raya atau dikenal dengan Taiwan Sosis (Taso), sukses mengembangkan bisnisnya makanan kekinian hingga kini memiliki banyak cabang lewat kemitraan.

Taso merupakan produk lokal yang saat ini tengah berupaya untuk memperluas jaringan usahanya di dalam negeri. Lio menjelaskan, produk yang ia jual juga bukan merupakan produk impor dari Taiwan, tapi dia terinspirasi oleh produk sosis yang kemudian disajikan dalam berbagai menu. Harganya juga terjangkau yakni Rp 9.500 hingga Rp 39.000.

Lio bilang, produk-produk Taso seluruhnya menggunakan bahan baku dari Indonesia. Menurut Lio dengan tingginya minat pasar pada produk olahan seperti sosis, ada peluang usaha yang menjanjikan saat ia menghadirkan cita rasa Indonesia pada olahan produk tersebut.

Baca juga: Syarat dan Modal Franchise Smartfolks Coffee

“Saya cukup yakin masyarakat Indonesia suka, tapi jika menggunakan bahan daging yang sama pasti nanti marketnya terbatas. Kita mencoba bereksperimen mengganti bahan dagingnya dengan ayam, dan terus menerus kita juga melakukan research,” kata Lio di acara Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2024, ICE BSD, Jumat (23/2/2023).

“Akhirnya, kita bisa membuat sosis yang mirip dengan yang di Taiwan. Sosis ini berbahan dasar 100 persen ayam dan menggunakan bumbu asli dari Indonesia. Taso adalah sosis halal ala Taiwan pertama di Indonesia,” tambah Lio.

Lio menambahkan, produknya saat ini dijual dengan konsep stall atau kaki lima (streetfood). Taso juga sudah mengantongi sertifikat Halal dan ijin edar BPPOM. Saat ini, Taso telah memiliki sejumlah kemitraan yang tersebar di kota-kota besar di pulau Jawa dan Sumatera. 

Baca juga: Biaya Franchise Minuman dan Es Krim Bingxue

“Kami sengaja memilih bentuk kemitraan dan bukan franchise dalam mengembangkan usahanya dengan pertimbangan agar lebih cepat untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat dan mempermudah akses orang-orang yang ingin berwiraswasta menjual produk Taso, dan diharapkan bisa membuka lapangan kerja,” jelas dia.

Tahun ini, Lio menargetkan ada sekitar 50 kemitraan. Lio bilang, pihaknya tidak mematok target yang besar untuk menjaga kualitas pelayanan dan mutu produk ketika berada di tangan mitranya, dan juga konsumennya.

“Kita sangat hati-hati takutnya kalau terlalu kita push terus nanti jadinya tidak organik. Kami ingin, mitra yang bergabung dengan kita benar-benar orang ingin maju bersama,” ungkapnya. 

Baca juga: Modal Usaha Franchise Selera Sambal

“Bukan yang bermitra setelah itu dibiarkan begitu saja, lalu tutup. Secara periodik setiap sebulan sekali nanti akan ada kunjungan pembinaan dan review di semua outlet oleh tim kita,” ungkap dia.

Keikutsertaan Taso pada acara Info IFBC 2024 menurut Lio adalah langkah untuk mendorong bisnis Taso lebih berkembang. Ia juga menargetkan bisnisnya bisa masuk skala nasional. Meski sebagai pendatang baru, Taso berhasil meraih penghargaan The Emerging Business Opportunity IFBC 2024.

Dalam kesempatan itu, Lio juga memberikan harga spesial bagi masyarakat yang ingin bermitra yakni dengan Taso, dengan harga kemitraan Rp 55 juta. Biaya ini termasuk stall, alat-alat dan training, namun belum termasuk bahan sosisnya.

“Nanti mitra akan memilih sendiri tempatnya mau dimana, kita nanti tinggal cuma survey aja, kalau kita oke ya udah jalan aja sih,” kata Lio.

Baca juga: Simak Tips untuk UKM Kuliner agar Punya Bisnis Franchise

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat