pattonfanatic.com

Survei BI: Pengeluaran Masyarakat untuk Bayar Cicilan Utang Meningkat

Jumlah cicilan per bulan, termasuk KPR, idealnya tak lebih dari 30-35 persen dari pendapatan per bulan.
Lihat Foto

JAKARTA, - Pos pengeluaran masyarakat untuk membayar cicilan pinjaman atau utang kian meningkat. Hal ini diikuti dengan pengeluaran masyarakat untuk konsumsi menyusut.

Berdasarkan data Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) periode Mei 2024, proporsi pendapatan masyarakat yang dipakai untuk membayar cicilan mencapai 10,3 persen pada Mei 2024. Angka ini meningkat dari bulan sebelumnya yang mencapai 9,7 persen.

Di sisi pengeluaran, pengeluaran warga untuk tabungan tercatat semakin menurun. Bank sentral mencatat, porsi pengeluaran masyarakat untuk tabungan sebesar 16,6 persen, lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 16,7 persen.

Baca juga: Utang Jatuh Tempo Numpuk hingga 3 Tahun Mendatang, Pemerintah Tidak Ambil Pusing

Pada saat bersamaan, pengeluaran masyarakat untuk konsumsi mengalami penurunan. Tercatat porsi pengeluaran masyarakat untuk konsumsi menurun dari 73,6 persen menjadi 73 persen pada Mei lalu.

"Pada Mei 2024 rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi, mengalami sedikit penurunan," tulis BI, dalam Survei Konsumen, dikutip Senin (10/6/2024).

Jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, pergerakan proporsi konsumsi terhadap pendapatan terpantau variatif. Tercatat, kelompok pengeluaran Rp 2,1 juta - Rp 3 juta dan kelompok Rp 3,1 juta - Rp 4 juta mengalami penurunan, masing-masing menjadi 73,1 persen dan 71,8 persen.

Sementara itu, tingkat konsumsi kelompok pengeluaran Rp 1 juta - Rp 2 juta, kelompok Rp 4,1 juta - Rp 5 juta, serta lebih dari Rp 5 juta tercatat meningkat, masing-masing menjadi 75 persen, 69,4 persen, dan 66,8 persen.

Di sisi lain, proposi pembayaran cicilan pinjaman terhadap pendapatan sebagian besar kelompok tercatat meningkat. Kenaikan pembayaran cicilan dialami oleh kelompok pengeluaran Rp 1 juta - Rp 2 juta (menjadi 7,3 persen), kelompok Rp 2,1 juta - Rp 3 juta (menjadi 10,2 persen), kelompok Rp 3,1 juta - Rp 4 juta (menjadi 11,2 persen), hingga kelompok pengeluaran Rp 4,1 juta - Rp 5 juta (menjadi 12,9 persen).

Kelompok pengeluaran di atas Rp 5 juta menjadi satu-satunya kelompok pengeluaran yang mencatatkan penurunan rasio pembayaran icilan pinjaman. Tercatat rasio cicilan pinjaman kelompok ini turun menjadi 13,9 persen.

"Porsi cicilan pinjaman terhadap pendapatan terindikasi meningkat pada hampir semua tingkat pengeluaran responden," tulis Survei BI.

Baca juga: Simak, Ilustrasi Cicilan Rumah Peserta Iuran Tapera

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat